Kisah 27.5 x 2.10 Ku (80% Fakta 20% Agak Fiktif) PART 1
Semenjak aku menikah, perubahan drastis terjadi dalam diriku. Paling kentara adalah berat badanku. Dulu beratku hanya berkisar 70--75 Kg, kini menginjak di angka 95 Kg. Parah, Sedih rasanya, hampir diriku menjadi PSK (Pria Seratus Kilo). haha
Meningkatnya berat badan yang berkelanjutan, menjadikan pergerakkan tubuh tidak lihai lagi, apalagi asam urat mulai mencubit manja kaki ini. Huh, berat, ya mau apa lagi? Pelan-pelan lalui saja... (Pasrah)
Kegelisahan ini sering kuutarakan kepada teman-temanku, bapak-bapak kompleks yang sering nongkrong di posko jaga. Yah, standar bapak-bapak gitulah...
Kira-kira di Bulan Februari 2019, lupa tanggal karna seringnya kita menjaga posko satu-satunya sambil pegang slokian, tercetuslah ajakan untuk berolahraga. Awalnya sih kita mau ngegym, karna musuh kita sama yaitu lemak-lemak nakal. Tapi setelah dipikir dan terus berpikir, di bulan Maret 2019 baru tercetus lagi ide untuk bersepeda, walaupun pada saat itu kita belum punya sepeda. haha
Memang mungkin karna kita diberkati. Dengan mudah kita mendapatkan restu dari para istri. Mungkin si Istri jenuh juga melihat suaminya kelebihan size dan kurang lihai lagi bergoyang, upsss. Hehe.
Singkat cerita, kita pun segera membeli sepeda. Sepeda sederhana, karna cita-cita kita juga sederhana, olahraga, kurus dikit, mejeng genit sepanjang jalan tanpa dia (istri). Haha
| Sepeda pertama, Merk Triojet |
| Masih sehat dan polos, tampang bahagia lepas karna belum keracunan. |
Hari pun terus berlalu, siang dan malam konsisten teratur bergantian datang, dan Bulan April 2022 munculah kesepakatan untuk membentuk TUKA CYCLING CLUB. Kelompok bersepeda yang hanya terdiri dari lima anggota. Tidak ada ketua ataupun staff, ini hanya kesepakatan belaka. Ngurah Wisanta, Rahmadi, John, Gus Surya, Gus Adi adalah anggotanya dan pastinya, tidak pernah full team, selalu saja ada yang "dapet".haha
| Gorengan dan Night Ride, Cica-Abianbase |
| Nongkrong di Pantai Eco Beach |
| Pantai Mengening |
| Puspem Badung |
| Epic di Cemagi |
Sebenarnya masih banyak pakai banget foto kita, tapi gambar di atas rasanya sudah cukup untuk menunjukan eksistensi keberadaan Tuka Cycling Club.
Belum sempat membuat logo dan baju, Pada akhirnya kita mengakhiri kebersamaan tanpa kesepakatan. Seiring perjalanan waktu dan perjalanan mood yang berbeda, kita pun berjalan masing-masing.
Namun uniknya, setelah sekian lama berlalu, kita selalu ingat slogan Tuka Cycling Club.
"Yuk Gowes, biar Gak GWS".
Slogan itu selalu terngiang-ngiang bersamaan dengan cerita yang sudah menjadi kenangan.
Sukses terus sahabat, walau kita sudah tidak berada pada tempat yang sama, namun spirit kita tetap sama.
Tahun 2019 - 2020 pernah ada cerita, kita kenang bersama...
Oke Mapren, kita lanjut ceritanya di PART 2 ya... See yaa... Uraaaa...
Lanjutkan..
BalasHapus